Oleh ainasta stori
Di malam yang sunyi, selepas pertunjukan ketoprak di Desa Kajar, Kecamatan Wedarijaksa, seorang pedagang keliling bernama Selamet Widodo dari Juana tengah bersiap pulang. Ia biasa berjualan makanan dan minuman menggunakan gerobak yang ditarik dengan sepeda motor, menyusuri kampung demi kampung mengikuti acara rakyat. Malam itu, ia memilih rute pulang melewati jalan Wedarijaksa menuju Juwana, jalan yang memang dikenal sepi dan melewati area makam tua bernama Makam Megulung.
Selamet tak pernah menyangka malam itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidupnya.
Sekitar pukul 11 malam, saat melintas di depan Makam Megulung, tiba-tiba motor yang biasanya melaju mulus terasa sangat berat, seperti menanjak walau jalanan datar. Selamet berpikir mungkin gerobaknya terlalu penuh atau ban bocor. Tapi saat menoleh ke belakang, darahnya seakan berhenti mengalir.
Di atas gerobaknya, terlihat sosok wanita misterius duduk membelakanginya. Yang paling mencolok adalah selendang putih panjang yang menjuntai hingga menyentuh tanah. Wajah wanita itu tak terlihat jelas, hanya rambut panjang yang tergerai dan sosok tubuh yang kaku tak bergerak.
Dengan tubuh gemetar, Selamet spontan berteriak minta tolong. Ia melempar motornya ke samping jalan dan berlari ke arah rumah warga terdekat. Warga yang mendengar teriakannya segera keluar dan menenangkan Selamet yang ketakutan.
Salah satu warga, Mbah Kasno, berkata dengan tenang,
"Tenang, Le. Di sekitar makam Megulung itu memang sering ada yang ‘nebeng’. Sudah dari dulu begitu, terutama kalau malam Jumat atau habis ada pertunjukan."
Menurut cerita warga, makam Megulung dipercaya sebagai tempat persinggahan makhluk halus yang senang dengan keramaian seperti acara ketoprak. Sosok perempuan berselendang putih itu sering muncul mendekati orang-orang yang pulang larut malam, terutama yang menggunakan gerobak atau kendaraan berat. Namun tak semua orang bisa melihatnya hanya yang ‘bernasib’ atau punya aura tertentu.
Setelah diberi air doa dan dibacakan ayat-ayat suci oleh salah satu tokoh kampung, Selamet pun dibantu warga untuk mengambil kembali motornya. Aneh tapi nyata, saat warga ikut melihat, gerobak itu sudah kosong. Sosok wanita itu menghilang begitu saja.
Hingga kini, misteri penampakan wanita berselendang putih di Makam Megulung masih sering dibicarakan warga Desa Kajar dan sekitarnya. Bagi sebagian orang, ini hanyalah cerita mistis yang tak perlu dipercaya. Tapi bagi Selamet Widodo, kejadian itu nyata dan membuatnya tak lagi berani pulang larut melewati jalan itu sendirian.
Jika kamu pernah lewat Wedarijaksa–Juwana saat malam hari, terutama dekat Makam Megulung, berhati-hatilah. Mungkin ada yang ingin "nebeng" tanpa kamu sadari.
Tag:
#cerita mistis wedarijaksa juwana
#kisah nyata penampakan hantu
#gerobak berhantu makam megulung
#wanita berselendang putih
#cerita horor pedagang malam
#kejadian mistis di jalan juwana