Gunung Semeru di Malang, Jawa Timur, bukan hanya dikenal sebagai puncak tertinggi di Pulau Jawa. Di balik keindahan dan kegagahannya, tersimpan banyak cerita mistis yang hanya berani dibicarakan dalam bisikan.
Salah satunya adalah legenda Pasar Bubrah, sebuah pasar gaib yang hanya muncul setiap malam Selasa Kliwon, selama 20 menit, di sebuah titik hampir mendekati puncak.
Namun yang membuatnya berbeda: tidak ada satu orang pun terlihat di sana. Yang terdengar hanyalah keramaian seperti pasar sungguhan suara orang menawar, gemerincing koin, anak kecil menangis, bahkan sesekali suara gamelan. Tapi ketika dicari sumber suaranya, tak ada siapa pun. Hanya kabut dan batu-batu gunung.
Kisah ini datang dari seorang pendaki berpengalaman asal Kepanjen, Malang, bernama Yusuf, 33 tahun. Bersama tiga temannya, ia mendaki Semeru pada akhir tahun 2019, bertepatan dengan malam Selasa Kliwon.
Mereka bermalam di sekitar Pos Kalimati dan berencana menyambung ke puncak dini hari. Namun sekitar pukul 11 malam, Yusuf terbangun karena mendengar suara gaduh seperti pasar ramai.
"Awalnya saya pikir itu tenda lain lagi kumpul. Tapi anehnya, suaranya seperti dari sekeliling, bukan dari satu arah," katanya.
Ia keluar tenda dan melihat ke arah barat. Kabut tipis menyelimuti area terbuka, dan dari balik kabut itu, suara semakin jelas: "Bu, tomatnya sekilo piro?" "Cepat dibayar, gantian pembeli lain!"
Yang membuat bulu kuduk berdiri: tak ada satu pun manusia terlihat.
Yusuf berjalan pelan ke arah sumber suara. Teman-temannya masih tertidur di dalam tenda. Semakin dekat, aroma bunga kenanga dan kemenyan mulai tercium. Ia melihat beberapa lapak yang seperti tergambar samar, namun begitu didekati, menghilang dalam kabut.
"Ada suara anak kecil menangis minta permen, suara ibu-ibu tertawa... tapi saya tahu, itu bukan manusia."
Ia berdiri terpaku selama beberapa menit. Lalu semua suara tiba-tiba hilang bersamaan, seolah ada tombol yang menekan "diam". Hening total. Tidak ada suara angin. Tidak ada binatang malam. Hanya suara detak jantung Yusuf yang menggila.
Ketika turun dari gunung dan menceritakan hal itu ke warga desa Ranupani, Yusuf terdiam ketika seorang sesepuh desa berkata:
"Panjenengan nemu Pasar Bubrah. Syukur bisa balik. Banyak yang enggak."
Menurut cerita masyarakat, Pasar Bubrah adalah pasar gaib yang hanya muncul setiap Selasa Kliwon,paling lama 20 menit saja, di antara pukul 11.00 hingga 11.20 malam. Tidak bisa difoto. Tidak bisa direkam. Dan tidak semua orang bisa melihat atau mendengarnya.
Biasanya yang mengalami adalah pendaki yang sedang tidak fokus, punya beban pikiran berat, atau membawa "sesuatu" dari rumah seperti dupa, bunga, atau benda pusaka.
Beberapa pendaki yang hilang tanpa jejak di Semeru disebut-sebut pernah "tersesat di pasar itu". Bahkan ada satu cerita terkenal tahun 2006, seorang mahasiswa asal Jakarta yang terakhir mengirim pesan:
“Aku nyasar ke pasar... tapi aneh, gak ada orang.”
Pesan itu dikirim pukul 11.17 malam Selasa Kliwon. Setelah itu, tidak pernah ada kabar darinya lagi.
Cerita Pasar Bubrah bukan satu-satunya misteri gunung. Namun ia berbeda karena tidak hadir dalam bentuk visual yang jelas hanya melalui suara dan aroma, yang justru membuatnya semakin menyeramkan.
Pendaki yang akan naik Gunung Semeru disarankan:
* Jangan melakukan aktivitas di luar tenda pada malam Selasa Kliwon.
* Jangan membawa dupa, bunga tujuh rupa, atau benda mistis lainnya.
*Jika mendengar suara pasar di tengah malam, diam saja dan jangan mengikuti sumber suara.
Karena konon, yang masuk ke pasar itu... belum tentu bisa keluar lagi.
Keyword: pasar bubrah semeru, pasar gaib selasa kliwon, cerita horor gunung semeru, pasar mistis di gunung, suara misterius di malam hari