Cerpen horor mistis, cerita pendek seram, legenda pantai mistis, kisah kembang di batu karang, cerita hantu lokal Indonesia.
Langit sore di pesisir Desa Karangjati mulai berwarna jingga. Ombak menghantam batu karang dengan suara menggelegar, seolah membawa pesan dari dasar lautan. Di antara desir angin laut dan bau garam yang tajam, seorang gadis remaja bernama Sekar berdiri mematung di tepi pantai.
Hari itu, ia menemukan kembang melati putih yang segar terletak rapi di atas batu karang hitam yang menjulang. Tidak ada satu pun orang yang terlihat menaruh bunga itu. Padahal, jalan menuju batu karang tersebut sulit diakses dan tajam.
"Siapa yang menaruh bunga ini?" bisiknya.
Ia membawa kembang itu pulang, tanpa tahu bahwa langkah kecil itu membuka gerbang ke dunia yang tak kasatmata.
Sejak malam itu, rumah Sekar mulai dipenuhi suara-suara lirih. Ada suara perempuan menangis saat tengah malam, bau kemenyan yang samar, dan kadang terdengar suara ombak meski rumah mereka berjarak hampir satu kilometer dari pantai.
Ibunya mulai gelisah.
“Kamu ambil apa dari pantai, Sekar?” tanya sang ibu suatu pagi.
“Hanya bunga. Di atas batu karang, indah sekali,” jawab Sekar polos.
Ibunya langsung pucat. “Itu bukan bunga biasa. Batu karang itu tempat keramat, tempat persembahan untuk Nyai Rara Kidul.”
Malam itu, Sekar bermimpi berada di dalam istana bawah laut. Airnya hijau keemasan, dan perempuan cantik berambut panjang menghampirinya.
“Bunga itu untukku, bukan untukmu,” ucapnya lirih. “Kembalikan, atau kau akan tinggal bersamaku... selamanya.”
Sekar terbangun sambil menangis. Dari cermin kamarnya, ia melihat sosok perempuan berambut basah berdiri di belakangnya. Tapi ketika menoleh, sosok itu menghilang.
Perjalanan Mengembalikan Bunga
Atas saran tetua desa, Sekar bersama ibunya dan sesepuh kampung kembali ke pantai. Mereka membawa bunga melati yang kini sudah layu, dibungkus kain putih, dan diberi sesajen lengkap.
Di depan batu karang, sesepuh berdoa panjang, lalu meletakkan bunga itu kembali ke tempatnya.
Tiba-tiba angin berhembus kencang, ombak menghantam karang lebih keras dari biasanya. Dari kejauhan, terdengar suara perempuan tertawa lirih bercampur isak tangis.
“Dia sudah menerima kembalinya persembahan,” kata sesepuh. “Tapi jangan pernah mengambil apa pun dari tempat yang tidak seharusnya.”
Cerita Mistis yang Jadi Peringatan
Sejak hari itu, Sekar tidak pernah lagi ke pantai sendirian. Ia percaya bahwa ada dunia lain yang tak bisa dijangkau oleh logika manusia. Dan setiap melihat bunga melati putih, hatinya bergetar mengingat suara perempuan dari laut dalam yang pernah memanggilnya.
Cerpen “Kembang di Batu Karang” adalah cerita pendek horor mistis yang menggambarkan kepercayaan lokal tentang laut selatan dan kekuatan supranatural.